Kali ini mau bahas manajemen seks di rumah kontrakan. Manajemen seks di rumah kontrakan. Wah berat banget bahasannya Mak?

So, siap-siap senyum bagi yang sedang berstatus ibu ayah kontraktor atau mantan ibu kontraktor ya. Tulisan ini untuk yang sudah berumah tangga atau akan berumah tangga.

Apa arti seks?

Menurut Wikipedia bahwa seks dapat mengacu pada beberapa hal berikut yaitu jenis kelamin, alat kelamin, senggama, persetubuhan, seksualitas manusia (seksualitas anak dan remaja).

Tapi yang ingin saya bahas ini disini adalah seksll dalam aspek persetubuhan, senggama atau dalam bahasa syariatnya jima’.

Ada apa dengan Jima’?

Jima’ atau berhubungan intim suami istri merupakan kebutuhan yang harus saling ditunaikan dengan cara yang diatur oleh syariat Islam. Antara adab-adab jima’ yang wajib diketahui adalah meniatkan hubungan tersebut karena ingin meraih pahala, lakukan pemanasan terlebih dahulu, berdoa sebelum berhubungan intim dan boleh menyetubuhi istri dari arah yang mana saja tetapi jangan melalui dubur.

Baca Juga: https://rumahjuwita.com/galau-saat-ummi-nggak-bisa-bawa-motor/  

Ada Apa dengan Seks di Rumah Kontrakan?

Seperti kita tahu rumah di kontrakan tidak sama dengan rumah pada umumnya. Tetapi pada umumnya di kota besar, rumah kontrakan yang familiar itu berupa ruangan bersekat tiga. Ruang depan, kamar tidur, dapur dan kamar mandi tanpa sekat.

Sangat berukuran kecil dan tentu saja bagi pasangan suami istri yang juga sudah memiliki anak tidak akan leluasa berjima’. Banyak ketakutan saat berhubungan intim.

Bahkan mereka jarang mendapatkan kenikmatan bercinta. Ayo ngaku….(Banyak yang curhat sama emak Mubarok lho, Ups). Nggak masalah itu normal kok.

Setiap manusia Allah berikan fitrah seksualitas salah satunya dalam kenikmatan bercinta (berjima’).

Survei mengungkapkan banyak pasutri yang mengaku susah menikmati hubungan intim dengan pasangannya karena kondisi rumah kontrakannya.

Lalu apakah semua itu harus kita terima? Tentu tidak, kita harus mencari solusi masalah tersebut. Sesuaikan dengan kondisi kita dan keluarga.

seks

Solusi Seks di Rumah Kontrakan

Cari Tahu Penyebab Utama Bercinta Tidak Nikmat

Komunikasikan dengan pasangan penyebab kenapa tidak saling menikmati. Bisa karena takut anak-anak bangun dan melihat orang tua mereka. Karena tempat yang terlalu sempit, susah bereksplorasi dan penyebab lainnya.

Kenali Waktu Terbaik untuk Bercinta

Jika kita dan pasangan sudah mengetahui penyebab kenapa hasrat tidak saling terpuaskan. Carilah waktu yang terbaik untuk bercinta. Bisa setelah anak-anak tertidur setelah isya, pada tengah malam, pada siang hari atau juga menjelang subuh.

Jika kita dan pasangan menginginkan kenikmatan bercinta yang lama bukan instan. Maka kita dan pasangan harus bersabar menunggu waktu yang tepat. Toh seks juga ibadah dan tentu saja sebaiknya lakukan dalam keadaan tenang dan sama-sama siap. Agar bernilai pahala.

Bercinta Bukan Sekedar Kenikmatan Tapi Mencari Pahala

Sebagai muslim tentu saja kegiatan seks suami istri diyakini sebagai bagian dari saling memberi sedekah.

Seperti yang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya, dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

Dalam hubungan intim suami-istri (antara kalian) itu termasuk sedekah.”

Para sahabat menanggapi, “Kenapa sampai hubungan intim saja bisa bernilai pahala?”

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim, no. 2376)

Jadi jangan galau meski hubungan seks tidak seleluasa rumah sendiri. Rumah yang memiliki kamar tidur yang tertutup rapat tanpa takut diganggu anak-anak. Rumah kontrakan juga punya cerita sendiri.

Percayalah kegalauan pasutri terkait tidak nikmatnya bercinta karena rumah yang tanpa sekat, takut dilihat anak-anak dan menganggu tidur anak dan alasan lainnya, lambat laun akan menemukan kenikmatannya sendiri.

Rahasianya tentu saja ada pada pasangan masing-masing. Ungkapkan apa yang dirasakan terkait seks. Komunikasikan semua yang dirasakan kemudian temukan jawabannya berdua. Maka kenikmatan bercinta akan kalian temukan meskipun hanya di rumah kontrakan tanpa sekat.

Jangan lupa belajar adab-adab bercinta yang diajarkan Rasulullah agar bercinta kita berbuah pahala. Galau boleh kok asal dalam takaran yang tidak menzalimi diri sendiri.

Tulisan ini terinspirasi dari banyaknya cerita emak-emak kontrakan, yang galau karena tidak bisa memuaskan suaminya di ranjang. Alasannya karena takut ketahuan anak-anak.

Jawabannya hanya butuh manajemen seks meskipun di rumah kontrakan. []

Share yuk!